Minggu, 11 November 2012

Rumah Greeneries



Rumah yang terletak di kawasan Jakarta Barat ini dirancang dengan mengusung konsep "greeneries". Meskipun hunian terdiri dari 4 lantai dengan halaman depan dan belakang yang terbatas luasannya, bukan berarti tidak bisa menikmati suasana "hijau".

Terbatasnya lahan yang berukuran 19 m x 16 m tidak mematikan konsep alam yang ingin dicapai. Meski pengembangan rumah diorientasikan ke arah vertikal, namun konsep "greeneries" yang melengkapi bangunan tidak semata bergantung pada halaman horizontal. Area hijau di rumah ini tidak hanya di halaman depan, namun juga pada bagian belakang rumah serta di lantai teratas yang merupakan bangunan paviliun.

Rumah yang menyatu dengan alam ini bertujuan agar mendapatkan udara segar sebanyak mungkin. Selain itu, konsep menyatu dengan alam tersebut juga untuk meningkatkan kualitas hidup, mendorong pemilik rumah menerapkan rumah berkonsep taman pada huniannya.

Taman

Kehadiran tanaman membuat tampilan dan suasana rumah lebih hidup dan menjadikan penghuninya sehat. Hal ini tercipta, karena tanaman dan tumbuhan mampu menyerap radikal bebas dan CO2, serta mengeluarkan O2 yang dibutuhkan oleh manusia. Itulah sebabnya, konsistensi menghadirkan elemen tanaman dalam rumah ini sangat mendominasi.

Bagian belakang rumah juga menyisakan ruang terbuka sebagai area bersantai, yang pada akhirnya menjadi ruang favorit seluruh keluarga di kala senggang. Bagian ruang terbuka ini dihadirkan untuk memperluas ruang keluarga sehingga ruang keluarga seperti menyatu dengan ruang terbuka.

Suasana alam pun terasa sampai ke ruang keluarga, karena ruang terbuka ini mempunyai taman dan kolam yang ditata mengisi sepanjang sisi pinggir area, menerus hingga ke kolam ikan di samping rumah.

Penggunaan lantai dek kayu bangkirai dipilih untuk menambah hadirnya suasana alami. Agar suasana makin nyaman, tembok pembatas area ini dilingkupi oleh kasa nyamuk yang menerus hingga ke atas. Dengan demikian, meskipun terbuka area ini bebas nyamuk.

Perlu langkah efektif dalam perawatan tanaman yang cukup banyak ini, yaitu menggunakan sistem irigasi. Irigasi ini dialirkan secara semi-otomatis melalui pipa-pipa kapiler yang ditempatkan pada titik-titik tertentu.

Tempat favorit

Kehadiran taman juga ada di bagian lantai paling atas bangunan ini. Roof garden ini menjadi tempat favorit kedua para penghuninya, selain juga menjadi tempat berkumpul keluarga dekat untuk menikmati tanaman dan kolam ikan yang ditata demi mendapatkan taman asri.

Sementara itu, hadirnya gazebo permanen dan pavilion untuk tempat bersantai menambah betah penghuni menikmati area roof garden ini. Konsep penataan ruang yang berkesinambungan visual.

Penataan ruang di rumah ini dirancang sederhana. Lantai satu difungsikan sebagai service area, lantai dua untuk area semi publik seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, kamar tidur tamu dan kamar belajar, sedangkan lantai tiga untuk area pribadi berupa kamar tidur utama dan kamar tidur anak.

Di lantai teratas ada roof garden, kolam ikan, serta sebuah paviliun berupa kamar tidur berukuran 5m x 5m lengkap dengan kamar mandi dalam. Sementara entrance rumah ditandai dengan tangga berlapis batu alam, menuju ke pintu masuk di lantai dua.

Pada sisi kanan dan kiri tangga dihiasi tanaman menerus hingga menuju teras. Fasad depan bangunan didominasi oleh bidang kaca tinggi yang membingkai dinding.

Kesan modern pada rumah ini memang sangat kuat. Penggunaan kaca ini juga bertujuan agar keindahan tanaman yang mengitari rumah dapat dinikmati secara leluasa dari dalam rumah.

Memang, pemilik rumah menghendaki agar ruang-ruang di lantai satu, yaitu ruang keluarga, ruang tamu, ruang makan dan dapur berorientasi ke arah taman. Adapun penggunaan material kaca frameless dipilih sebagai pembatas transparan antara ruang dalam dan ruang santai di area belakang ini.

Langkah tersebut akhirnya, memang, menjadikan ruangan terlihat lebih luas, menyatu dengan ruang luar, serta tercipta kesinambungan visual antara ruang dalam dan ruang luar. Nilai tambah yang didapat adalah sirkulasi udara segar dan masuknya cahaya alami ke ruang-ruang ini.

Elemen dekoratif

Penempatan down step antara area ruang tamu dan ruang keluarga ditujukan supaya tidak terkesan monoton pada ruangan. Sementara untuk membatasi kedua ruangan tersebut, digunakan partisi berupa rak pajang berketinggian rendah sehingga tidak kaku membagi kedua ruangan dan masih tersisa kesan lega.

Keberadaan rak membuat ruang-ruang dapat terhubung langsung secara visual, namun tetap memiliki teritori masing-masing. Dan, sebagai elemen dekoratif sekaligus point of view, pada beberapa sudut ruang terdapat penggunaan wallpaper bertema floral, sehingga suasana ruangan terlihat lebih apik.

Puncak keindahan taman di rumah ini terletak di lantai empat, yaitu dak roof. Sebuah paviliun berisi kamar tidur dan kamar mandi, gazebo, taman dan kolam ikan, ditempatkan di lantai teratas rumah ini. Berbagai jenis tanaman, termasuk pohon kamboja ada di sini.

Menikmati suasana asri di sini, rasanya tak percaya, jika area ini tidak langsung menyentuh bumi. Namun, jika melihat atap-atap bangunan di sekelilingnya, akan tersadarlah posisi kita saat ini. Saking nyamannya area ini, seringkali khusus acara "berlibur dan menginap" di akhir pekan cukup di paviliun ini.


sumber;kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar