Senin, 31 Desember 2012

Beberapa Petunjuk Menghadapi Anak Autis Dengan Baik


Menghadapi Anak Autis memang membutuhkan perhatian ekstra. Kuncinya bukan pada pengetahuan yang tinggi ataupun materi yang melimpah yang diberikan pada anak tersebut, melainkan kesabaran dan kasih sayang yang tak berkesudahan. Inilah, pendekatan yang paling baik untuk mendampingi dan merawat anak autis. Membentuk seorang anak autis supaya mampu berperilaku positif tidak bisa dan tidak boleh dengan kekerasan. Anak akan trauma, ketika didampingi dengan teriakan, mata melotot, bentakan, jeweran, dan seterusnya. Jadi, kesabaran anda adalah utama, dan kasih sayang anda sangat penting. Anak-anak tersebut tidak pernah berniat untuk menjadi pembangkang atau sulit menangkap maksud anda. Ini terjadi karena gangguan pada perkembangan neurobiologisnya. Gangguan ini cukup luas dan berat, serta menghantuinya selama tiga tahun pertama hidupnya. Anak-anak autis sangat membutuhkan bantuan anda dalam menghadapi sulitnya berkomunikasi, pengulangan aktivitas dan minat, sampai berinteraksi dengan lingkungannya.
Memahami Kondisi Untuk Menghadapi Anak Autis Dengan Tepat

Untuk bisa memahami dan memberi pertolongan sedini mungkin kepada anak autis, terutama di masa sulit tiga tahun pertamanya, orangtua harus mampu mengenali gejala autis anak. Gejala yang bisa anda temui adalah kesulitan anak untuk bicara, cenderung terlambat bicara jika dibandingkan anak-anak lain seusianya, bahasa yang digunakannya sulit untuk dipahami, tidak melakukan kontak mata ketika berbicara, dan menghindari teman sebayanya ketika bermain. Selain itu, anak autis senang mengulang aktivitas yang sama, cenderung terpaku pada benda yang berputar atau bagian-bagian dari benda tersebut, jalan berjinjit, memperhatikan telapak tangan, sampai bergerak berputar-putar. Inilah yang akhirnya menghasilkan pandangan umum bahwa seorang anak autis hidup dalam dunianya sendiri. Untuk Menghadapi Anak Autis, memang ada dua metode paling ampuh, yaitu metode bivavioristik dan metode Applied Behavior Analysis, yang harus diterapkan dengan tegas, konsisten, telaten, penuh kasih sayang, dan sabar. Pembentukan perilaku posisitf ini juga memerlukan kerjasama antara orangtua dan terapis, karena apa yang diajarkan harus sama baik di sekolah maupun di rumah.
Menghadapi Anak Autis Dengan Cara Terbaik

Manusia hidup dalam lingkungan sosial yang membutuhkan interaksi dengan orang lain. Hal inilah yang harus diajarkan pada anak autis tanpa lelah, karena mereka cenderung menciptakan dunianya sendiri. Orangtua bersama terapis dapat memulainya dengan melatih komunikasi verbal dan non verbal secara pelan dan bertahap. Bantu mereka menyebut apa yang mereka inginkan. Kemudian, latihlah interaksi sosialnya dengan menggandeng saudaranya atau teman sebayanya lewat permainan yang tidak berbahaya dan diminatinya. Anda harus ikut bermain dengannya untuk melatih perilakunya serta terus mengajaknya berbicara. Jangan lupa, latihlah juga perasaan dan emosinya. Sebagai orangtua, anda juga tidak boleh terpancing emosi, ketika anak tampaknya memberontak atau melawan. Anda harus tetap memaksa anak tersebut keluar dari dunianya sendiri namun tetap Menghadapi Anak Autis dengan lembut.

sumber:artikelkeaehatanwanita

1 komentar:

  1. Untuk masuk ke dunia anak autis membutuhkan strategi khusus. Bisa dijelaskan strategi tersebut?

    BalasHapus