Selasa, 01 Januari 2013

Pertanyaan Hidup yang Terpenting


"Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" (Kisah 16:30)

Dalam hidup ini kita sering sekali melontarkan pertanyaan-pertanyaan. Mulai dari pertanyaan sederhana seperti "Siapa namamu? Di mana kamu tinggal? Hari ini kita makan apa?" Sampai pertanyaan yang penting seperti "Aku akan bekerja apa? Dengan siapa aku akan menikah?" Tetapi di antara begitu banyak pertanyaan-pertanyaan sederhana dan penting yang kita ajukan, ada satu pertanyaan terpenting yang perlu sekali kita ajukan. Pertanyaan ini bukan hanya berkaitan dengan kehidupan kita di dalam dunia ini, tetapi juga berkaitan dengan kehidupan kita setelah kita meninggalkan dunia ini. Pertanyaan ini adalah seperti yang disampaikan kepala penjara Filipi kepada Paulus dan Silas, "Apakah yang harus aku perbuat supaya aku selamat?"

Pertanyaan terpenting ini muncul dari diri kepala penjara ketika dia mengalami gempa bumi dan merasa sedang berada di ujung kematian. Ketika itulah dia mengalami kesadaran akan kehidupan setelah kematian. Ketika aku mati, ke mana aku akan pergi? Bagaimana keadaanku nanti? Bagaimana caranya supaya aku selamat? Kematian memang sesuatu yang 'gelap' yang sulit sekali untuk digambarkan, sehingga seringkali menakutkan bagi kebanyakan orang. Paulus dan Silas yang peka dengan kebutuhan akan keselamatan dari kepala penjara langsung memberikan satu jawaban, "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." Ajakan dari Paulus dan Silas ini diresponi dengan baik oleh kepala penjara dan juga seisi rumahnya. Mereka begitu bersukacita karena telah percaya kepada Tuhan.

Banyak orang mengajukan pertanyaan ini ketika keadaan mereka seperti kepala penjara ini, berada di ujung kematian. Tetapi banyak juga yang sedari muda sudah menanyakan pertanyaan ini dan mencari jawabannya. Mereka beragama, berbuat baik, bahkan tidak jarang sampai 'menyiksa diri' dengan berbagai macam peraturan demi keselamatan setelah kematian. Apakah kita, yang telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus dan mengetahui jalan keselamatan, peka terhadap kondisi mereka? Mari kita memohon kepekaan dan hikmat dari Tuhan, seperti yang ditunjukkan Paulus dan Silas. Supaya ketika kita berelasi dengan orang-orang, kita tahu kapan waktunya kita boleh mengabarkan Injil keselamatan dan mengajak orang tersebut untuk percaya kepada Tuhan Yesus. Mungkin itu adalah saat di mana kita sedang menghadapi anggota keluarga yang sedang menghadapi akhir hidupnya, teman yang sedang mengalami kesusahan, atau kerabat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Tetapi, satu pertanyaan penting yang perlu kita pikirkan lebih dahulu adalah, "Apakah kita sendiri sudah mengenal jalan keselamatan itu?" Dan "Apakah kita sudah berada di dalamnya?" Tuhan memberkati kita. Amin.

sumber:gkagloria.or.id/warta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar