• Dunia Baru
  • Psikologi
  • Kesehatan
  • Bisnis
Tampilkan postingan dengan label Arsitektur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arsitektur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Januari 2013

Jika Rumah Anda Terasa Sempit


Walaupun rumah telah ditata sedemikian rupa-tidak menggunakan sekat, menggunakan furniture yang tergolong mungil, atau dinding dicat dengan warna terang-namun tetap saja terlihat sumpek, mungkin Anda melupakan beberapa hal kecil yang justru bisa menjadi boomerang bagi penataan interior rumah.

Apa yang salah? Coba teliti lagi, sudahkah Anda membereskan barang-barang lain seperti berikut ini?

Kamar Tidur
Apakah baju Anda tersebar ke penjuru ruangan, tak hanya di dalam lemari? Ada yang tergantung di pojok ruangan, di balik pintu bahkan masih ada lemari lain yang menyimpan pakaian Anda. Mungkin ini saatnya untuk memilah seluruh pakaian Anda dan hanya menyimpan yang benar-benar diperlukan. Pada umumnya, pakaian yang digunakan sehari-hari hanya mencakup 20 persen dari keseluruhan pakaian yang dimiliki. Dengan kata lain, sekitar 80 persen dari pakaian yang Anda miliki jarang digunakan dan hanya menambah tumpukan yang membuat lemari atau kamar tidur semakin terlihat sempit. Dengan mendonasikannya, tambahan lemari untuk pakaian pun tak lagi diperlukan sehingga lemari tersebut bisa keluar dari kamar Anda. Kamar tidur terasa lebih lega bukan?

Dapur
Tanpa disadari, berbagai peralatan memasak di dapur seringkali hanya menjadi pajangan belaka yang tidak pernah digunakan. Pojokan dapur pun penuh dengan pemanggang roti, blender, microwave dan lain-lain. Tidak akanmenjadi masalah bila peralatan ini memang benar-benar digunakan. Namun bila tidak, barang-barang tersebut hanya menjadi musuh dalam sekam yang mengganggu kerapihan dapur. Ada baiknya bila barang tersebut disimpan dulu di tempat khusus. (dalam lemari, misalnya) sehingga dapurpun terlihat lebih lega.

Koran dan Majalah

Bila Anda berlangganan Koran atau majalah, ada baiknya jika melakukan pembersihan secara berkala agar Koran dan majalah tudak menumpuk semakin tinggi di pojok ruangan. Selain memakan tempat, tumpukan ini juga menjadi sumber penyakit akibat debu yang menempel.

Furniture

Tak jarang, orang tua memindahtangankan furniture usang miliknya. Memang kelihatannya antik dan unik-terlebih bila terbuat dari kayu jati dengan ukiran khas, namun barang ini kadang juga hanya menjadi barang tak bertuan, yang tak pernah digunakan. Jika memang tidak digunakan lagi, pikirkan untuk mengungsikannya atau menjualnya ke tukang loak.


Barang Kenangan

Bagi sebagian orang, membuang barang-barang tertentu yang lekat dengan masa lalu sangat berat dilakukan. Padahal barang-barang ini hanya akan bertambah banyak dan membuat ruangan bertambah sempit. Lakukan pemilahan barang secara berkala dan singkirkan barang yang sudah tidak berarti lagi. Batasilah tempat penyimpanan ini misalnya hanya 1-2 kotak.

Selamat menata rumah anda.

sumber:architectaria.com

Selasa, 15 Januari 2013

Arsitektur Unik di Tanah Miring


"H-House", sebuah rumah di jalan kecil Seongbuk-dong, di Seongbuk-gu, Seoul, Korea Selatan, ini tampak seperti tumpukan beberapa balok. Banyak keunikannya selain berdiri di tanah miring.

Selain bentuknya unik, cerita di balik bangunan ini bisa mengundang decak kagum orang-orang yang melihatnya. Namun, meski terlihat unik dan modern, bangunan ini didedikasikan untuk beberapa generasi seperti umumnya sebuah keluarga besar khas Asia.

Rumah di atas tanah seluas 403,56 meter persegi ini didesain oleh BANG by MIN, sebuah firma arsitektur berbasis di Korea Selatan. Berdiri di atas tanah miring, bagian depan "H-House" ini lebih rendah sekitar 8 meter dari bagian belakangnya.

Perbedaan ketinggian tanah pada awalnya mampu menimbulkan masalah pada tahap desain. Namun, hal ini kemudian justru menjadi ciri khas unik.

Selain masalah tanah, sang arsitek juga sempat mengalami kendala ketika harus memenuhi keinginan sang klien. Pemilik rumah ini menginginkan rumah yang mampu bertahan untuk tiga generasi. Ia mau rumahnya dapat memanfaatkan sinar matahari dengan maksimal, serta memiliki sistem perputaran udara di lantai bawah tanah (basement) dan di lantai pertama.

Ternyata, meski permintaan itu tergolong sulit, Sae Min Oh mampu menyelesaikan tantangannya. Hal itu terbukti dengan puasnya sang pemilik rumah.

Pertama-tama, sang arsitek harus mendesain sebuah ruang yang mampu menampung tiga generasi dalam satu atap. Ketiga generasi ini harus memiliki privasi mereka masing-masing.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Oh membuat lantai kedua sebagai ruang penghubung. Ruang tersebut menghubungkan tiga lantai rumah ini.

Oh juga membagi ruang keluarga di lantai kedua menjadi tiga level, yang setiap levelnya digunakan oleh sebuah keluarga. Level-level tersebut terbuka, namun dengan ketinggian berbeda, masing-masing keluarga dapat tetap merasakan adanya privasi. Selain itu, pemakaian pintu lipat dan dinding bongkar-pasang membuat ruang tersebut dapat dibentuk sesuai keinginan penghuni rumah.

Kedua, sinar matahari harus mampu memenuhi rumah ini. Selain itu, perputaran udara juga harus berfungsi dengan baik.

Menyambung lantai

Sebelum menjadi "H-House", rumah ini memiliki masalah karena kurangnya sinar matahari dan buruknya perputaran udara di dalamnya. Dalam proses pemugaran, sang arsitek menempatkan taman yang menyambung dari lantai lebih bawah ke bagian paling atas rumah sehingga membuat seluruh bangunan ini menjadi terang.

Terakhir, sang arsitek menyelesai masalah berupa keinginan pemilik rumah, yaitu memiliki ruang komersial. Ruang basement rencananya akan disewakan sebagai tempat berjualan. Ruang yang berada di lantai bawah tanah tersebut diharapkan mampu mendapat banyak perhatian lantaran bentuk rumah yang unik.

sumber:kompas.com

Sabtu, 05 Januari 2013

Cara Bijak Untuk Menghemat Pemakain Energi Di Rumah


Beberapa hari ini, pemerintah semakin intens untuk mengajak masyarakat agar berhemat dalam menggunakan energi dan sumber daya alam. Entah itu listrik, gas, minyak, maupun air, kini masyarakat dituntut untuk menggunakan energi dengan bijak serta berhemat dengan segala cara. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah krisis energi yang sangat mungkin terjadi di masa depan jika penggunaan energi terlalu berlebihan.

Rumah adalah tempat dimana pemakaian energi begitu besar, terutama energi listrik dan air. Di rumah-rumah kita sering menemui pemborosan energi listrik seperti menyalakan televisi tanpa ada yang menonton, menyalakan lampu di kala hari sudah siang, menyalakan kran air dan terlambat mematikannya sehing air meluber, dan masih banyak lagi. Bila pola hidup seperti ini masih diteruskan, tentu akan menimbulkan pemborosan energi yang luar biasa.

Selain energi akan habis, tentu biaya bulanan yang akan Anda tanggung seperti tagihan listrik dan air akan menjadi lebih besar dan Anda harus menyediakan anggaran yang lebih untuk itu. Maka dari Anda harus mulai berhemat energi dari sekarang. Tidak perlu cara yang ekstrim untuk mengurangi pemborosan. Cukup lakukan langkah sederhana dengan mengikuti beberapa cara berikut ini:


Bijak Dalam Menggunakan Perangkat Rumah Tangga

Ada banyak perangkat elektronik yang menggunakan listrik di rumah kita, salah satu contohnya mesin cuci. Tahukah Anda hanya dengan mengganti penggunaan air hangat ke air dingin pada mesin cuci dapat mengurangi konsumsi energi hingga 50%? Ini dikarenakan Anda menghemat energi untuk memanaskan air.

Selain itu, kebiasaan meninggalkan rumah atau kamar dengan kondisi lampu, televisi, komputer, atau radio yang masih menyala mungkin harus dihentikan mulai dari sekarang. Menyetel suhu AC atau penghangat ruangan dengan suhu yang berlebihan dan jendela yang dibiarkan terbuka juga merupakan pemborosan yang berdampak serius karena adanya energi yang keluar melalui jendela.

Jika Anda sering membiarkan kran di wastafel terus menyala selagi menggosok gigi atau membiarkan air di bak mandi meluber dikarenakan kran air terlambat dimatikan, hal inipun juga tergolong tindakan yang menyia-nyiakan energi dan harus dihentikan. Mungkin hal-hal tersebut terlihat sepeple, tapi bila penghematan kecil mulai dilakukan, tentu hasilnya luar biasa.

Pilihlah Perabotan Rumah Tangga yang Hemat Energi Sebelum Membeli

Jika Anda berencana membeli barang elektronik atau perabotan rumah tangga yang baru, pastikan bahwa barang yang Anda beli sesuai dengan kebutuhan Anda dan tidak berlebihan. Pastikan ukurannya tidak terlalu besar karena biasanya perangkat yang besar akan menghasilkan energi yang lebih besar pula. Jika perlu, beli lah peralatan yang teruji hemat energi, berdaya rendah, serta ramah lingkungan.

Dapur adalah tempat dimana banyak sekali peralatan yang membutuhkan energi, seperti kulkas, kompor, oven, dan lain-lain. Dapur juga tempat dimana energi banyak dihabiskan untuk memasak, memanggang, mencuci piring, maupun menyimpan makanan. Untuk itu, disarankan untuk menggunakan peralatan dapur secara bijak serta perhatikan tempat pembuangan sampah atau limbah rumah tangga. Akan lebih bijak bila sampah dapur bisa dipisah berdasarkan kemampuannya untuk didaur ulang atau dijadikan kompos.
Pemilihan lampu dan pencahayaan yang tepat

Pencahayaan merupakan bagian yang paling penting bagi rumah Anda. Pencahayaan yang tepat akan menciptakan kondisi ruangan yang stabil, tidak terlalu terang maupun terlalu gelap. Maka dari itu, perhatikan besaran watt dari lampu yang akan Anda beli. Jika ruangan yang akan dipasangi lampu tidak terlalu besar, maka cukuplah membeli lampu yang wattnya tidak terlalu besar. Apalagi jika lampu tersebut dipasang untuk kamar tidur, tentunya cahaya dari lampu tersebut tidak perlu terlalu terang karena justru akan mengurangi kenyamanan penghuninya.

Disamping besaran watt, perlu diperhatikan bahwa merk lampu yang Anda beli telah teruji hemat energi. Tidak ada salahnya membeli lampu yang lebih mahal, namun awet dan konsumsi energinya tidak terlalu banyak. Atau, Anda bisa memasang pengatur pencahayaan seperti dimmers atau motion sensor lights untuk mengatur seberapa terang pencahayaan yang dapat disesuaikan dengan tujuan pemakaian.

Untuk menghemat pemakain lampu di pagi atau siang hari, selalu buka jendela Anda dan biarkan cahaya dari sinar matahari menggantikan lampu. Bila hal-hal kecil diatas diterapkan, tentu hal ini sangat menguntungkan karena Anda bisa menghemat tagihan listrik lebih banyak.

Pengaturan Desain Rumah Yang Ramah Lingkungan dan Hemat Energi

Bila Anda saat ini sedang berfikir untuk membangun atau merenovasi rumah, Anda mungkin bisa memilih rancangan bangunan yang hemat energi. Salah satunya dengan memasang banyak bukaan atau jendela-jendela besar agar sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah secara optimal. Hal ini juga memungkinkan sirkulasi udara menjadi lapang, sehingga udara di dalam rumah tidak terlalu panas dan pengap. Dengan ini, Anda mungkin tidak lagi memerlukan AC atau kipas angin.

Kisi-Kisi Bambu Pada Rumah Dengan Konsep Yang Ramah Lingkungan

Disamping itu, Anda bisa juga memasang panel surya pada atap rumah Anda. Sistem ini sudah mulai populer di terapkan di rumah-rumah di Indonesia. Panel surya ini mampu menyimpan cadangan energi yang didapat dari panas sinar matahari. Perangkat ini pun berguna untuk menyuplai listrik pada beberapa lampu, serta dapat memanaskan air yang ada di bak mandi Anda. Meskipun harganya masih mahal, melihat kemampuannya dalam mengurangi konsumsi energi dan menyuplai energi cadangan untuk rumah Anda, rasanya Anda tidak akan rugi untuk menggunakan alat ini.

sumber:architectaria.com

Kamis, 27 Desember 2012

Mengintip "Rumah Kaca" Mewah di Pinggir Pantai


Sebuah vila mewah pinggir pantai di San Diego ini terbuat dari kaca. Tahun lalu, "rumah kaca" yang kerap dipakai untuk syuting iklan televisi ini laku terjual seharga 14.1 juta dollar AS.

Vila dengan arsitektur yang kerap disebut dengan "arsitektur marvel" ini dikenal dengan nama The Razor. Bangunan vila ini berdiri di atas lahan seluas 11.000 meter persegi dengan empat kamar tidur dan enam kamar mandi, beberapa ruang perapian, serta sebuah ruang tamu dan kolam renang,

Adapun "rumah kaca" yang terletak di kawasan 9826 La Jolla Farms Road ini pernah muncul di sebuah tayangan komersial untuk iklan produk Calvin Klein dan Visa. Namun, vila ini belum juga ditempati oleh siapapun. Sebelum akhirnya terjual dengan harga 14.1 juta dollar AS, penawaran perdana untuk rumah ini mencapai 45 juta dollar AS.

Beberapa penawaran terhadap rumah ini selalu kandas lantaran tak seorang pun berani menawar dengan nilai paling minimal dari harga yang ditawarkan.

sumber:kompas.com

Selasa, 25 Desember 2012

Strategi Merancang dan Membangun Rumah


Membangun rumah bukan pekerjaan yang mudah. Agar efektif dan efisien maka perlu dipastikan kebutuhan desain, bahan material, tenaga kerja dan biaya.
Tahapan dalam merancang dan membangun rumah adalah sebagai berikut:

1.Proses design, dalam proses ini anda sebagai klien menginfokan keinginan dan kebutuhan anda dan keluarga terhadap rumah yang akan dibangun terhadap arsitek. Kemudian arsitek akan menterjemahkan keinginan anda ke dalam bentuk gambar disesuaikan dengan tanah yang anda miliki. Hasil dari proses ini berupa: gambar denah, tampak, potongan, detail-detail, denah pondasi, denah atap, gambarelektrikal, 3 dimensi.

2.Proses Rencana Anggaran Biaya, dalam proses ini anda akan di informasikan mengenai bahan-bahan material yang akan digunakan dalam prosesBahan-bahan yang akan digunakan berkaitan erat dengan anggaran biaya pembangunan rumah, maka sebaiknya bahan-bahan material yang akan digunakan disesuaikan dengan anggaran anda supaya tidak over budget. Hasil dari proses ini adalah perhitungan biaya bangunan mulai dari tahap persiapan, pekerjaan pondasi, pekerjaan struktur, pekerjaan pasangan, pekerjaan ME, pekerjaan atap, dan lainnya.


3.Proses Perijinan, Sebelum memulai pembangunan rumah diharuskan untuk membuat IMB (Izin Mendirikan Bangunan), Syarat untuk membuat IMB antara lain: gambar denah, tampak, potongan, fotocopy ktp, fotocopy sertifikat, fotocopy pbb. Pengurusannya dapat diajukan ke kecamatan setempat bagian P2B. Setelah IMB selesai baru pembangunan dapat dilaksanakan.


4.Proses Pemilihan Kontraktor, Setelah anda mendapatkan hasil design dan perhitungan biaya bangunan maka proses pemilihan kontraktor merupakan hal penting yang akan menentukan hasil bangunan anda. Dalam memilih kontraktor bangunan sebaiknya anda minta untuk dapat melihat hasil karya dan kredibilitas kontraktor tersebut, Jangan hanya terpancing karena biaya pembangunan lebih murah tanpa melihat bahan material yang digunakan, juga pengalaman dan kredibilitas kontraktor yang akan anda gunakan.


5.Proses Pembangunan, Setelah perijinan dan pemilihan kontraktor selesai, proses pembangunan mulai berjalan. Dalam proses ini yang perlu anda perhatikan adalah progress kerja kontraktor, penggunaan bahan material sesuai dengan kesepakatan, kwalitas mutu pekerjaan bangunan. Setelah pembangunan selesai anda masih mendapat jaminan mutu bangunan dari kontraktor selama 3 bulan sejak serah terima pekerjaan.


Demikian kiranya urutan proses dalam merencanakan dan membangun rumah. Rumah adalah tempat anda berteduh dan berkeluarga, buatlah rumah anda sebaik dan senyaman mungkin.


sumber:bikinrumahku.com

Selasa, 11 Desember 2012

10 Warna Cat Dinding Yang Dapat Memperlihatkan Kepribadian



Mengganti cat dinding Anda merupakan salah satu cara yang termudah dan termurah untuk mendapatkan penampilan yang fresh dan baru bagi ruangan Anda. Ketika Anda berencana mengganti cat dinding Anda dengan warna cat yang baru, tentu perlu diketahui warna apa yang sesuai dengan karakter Anda. Pilihan warna cat dinding bisa menentukan sisi psikologis dari pemiliknya yang mungkin akan memberi kesan berbeda pada setiap orang yang melihat.

Berikut ini beberapa warna cat dinding beserta kemungkinan karakter kepribadian pemilik ruangan tersebut.


1. Merah

Sudah menjadi hal yang umum bahwa merah kerap diidentikan dengan semangat yang menggebu-gebu. Orang-orang yang menghiasi dinding rumah mereka, baik itu untuk dinding kamar, ruang , ruang kerja, tamu, dapur, maupun bagian lain menandakan bahwa orang tersebut selalu bersikap optimistik, tidak suka terikat dalam hal yang kaku, dan sangat bersemangat dalam melakukan segala hal.

2. Biru

Apakah Anda penyuka warna biru? Seseorang yang sangat identik dengan warna biru memiliki kepribadian yang cenderung kalem, mudah merasa empati, dan cenderung stabil dalam emosi dan kehidupannya. Biru juga dapat menjadi simbol dari langit sekaligus air, maka dari itu tidak heran bila seseorang yang menyukai warna biru cenderung memiliki sifat yang tenang dan damai.




Gambar Desain Interior Ruang Kerja Dengan Aksesn Warna Hijau

3. Hijau

Hijau melambangkan sesuatu yang damai dan asri. Hijau identik dengan warna alam. Bila Anda cenderung mengaplikasikan warna cat dinding hijau untuk dekorasi ruangan Anda, Anda termasuk seseorang yang mencintai keseimbangan dan keteraturan dalam kehidupan. Anda kurang menyukai hal-hal yang bersifat berantakan, semrawut, dan kurang teratur.

4. Kuning

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar warna kuning? Tentu kata cerah, ceria, dan bersemangat terbentang dalam pikiran Anda. Benar sekali, kuning sangat identik dengan sifat-sifat itu. Kuning sering ididentikan dengan matahari sehingga sesorang yang menyukai kuning cenderung memiliki sifat seperti matahari yang selalu cerah, hangat, dan penuh semangat. Namun, ada pendapat lain yang menganggap bahwa kuning memiliki makna yang jauh lebih filosofis. Penyuka kuning cenderung memiliki intelektual yang tinggi, berjiwa petualang, dan mencintai kebebasan.

5. Ungu

Banyak sekali benda-benda di sekitar kita yang berwarna ungu secara natural. Ada bunga lavender, terong, anggrek, dan sebagainya yang kesemuanya itu sangat identik dengan warna ungu. Ketika warna ini diaplikasikan pada cat dinding dekoratif ruangan Anda, warna ini bisa melambangkan sesuatu yang indah dan anggun pada pemiliknya. Selain itu, penyuka ungu cenderung misterius dan dramatis, perpaduan kepribadian yang dapat mengundang rasa ingin tahu yang besar.




Desain Interior Ruang Makan Yang Didominasi Oleh Warna Hitam

6. Hitam

Hitam mungkin warna yang sering kita jumpai pada dekorasi interior maupun eksterior rumah, tapi tidak untuk cat dinding. Hitam memberi kesan gelap dan sempit pada ruangan. Selain itu, hitam juga dapat memberi kesan bahwa pemiliknya menyukai hal-hal ekstrim. Namun bila warna ini diaplikasikan hanya sebagai ornamen, tentu akan menghasilkan sesuatu yang manis dan berkelas. Seseorang yang menyukai warna hitam pada dinding ruangannya cenderung misterius dan tidak suka mengungkapkan pikiran dan perasaan secara terang-terangan.




Desain Interior Dapur dan Ruang Makan Dengan Dominasi Warna Putih

7. Putih

Putih adalah warna yang sangat kerap kita jumpai di rumah-rumah. Selain memberi kesan luas dan terang pada ruangan, warna putih juga lebih terkesan simple, minimalis, sederhana, dan netral. Cat dinding berwarna putih cocok dipadu-padankan dengan furnitur macam apapun. Di balik itu, warna putih juga dapat mengisyaratkan bahwa si pemilik rumah memiliki kepribadian yang sederhana dan apa adanya.

8. Oranye

Apakah Anda sudah mengecat ruang kerja Anda dengan warna oranye? Jika belum, mungkin Anda patut mencobanya. Hal ini dikarenakan adanya anggapan bahwa warna oranye dapat mempengaruhi mood dan menambah semangat Anda untuk bekerja. Oranye mealmbangkan gairah hidup dan keceriaan. Seseorang yang menyukai oranye dan mengaplikasikannya pada cat dinding dekoratif ruangan cenderung berkepribadian supel, luwes, mudah bergaul dengan siapa saja, mudah beradaptasi, dan senang menjadi pusat perhatian.

9. Pink/ Merah Muda

Ketika menyebut kata pink atau merah muda, mungkin terbesit dalam pikiran Anda bahwa warna ini hanya cocok untuk perempuan atau gadis remaja saja. Hal ini karena masih adanya anggapan di masyarakat bahwa pink adalah warna perempuan sehingga laki-laki yang menggunakan warna pink tidaklah sesuai dalam nilai-nilai di masyrakat kita. Warna ini pada dasarnya melambangkan cinta dan kasih sayang. Penyuka warna ini cenderung memiliki sifat penyanyang, lembut, dan karismatik.




Desain Interior Kamar Mandi Dengan Dominasi Warna Coklat Pada Lantai

10. Coklat

Warna coklat muda mungkin lebih sering kita jumpai ketimbang coklat gelap. Warna coklat pada dinding dapat memberi kesan manis dan elegan. Tetapi, warna coklat bisa sedikit memberi kesan kurang baik pada pemiliknya. Hal ini karena penyuka warna coklat sering dianggap keras kepala. Meski demikian, si penyuka coklat mungkin senang pada keteraturan dan kestabilan serta suka menjadi andalan untuk orang-orang disekitarnya. Bila Anda berkeinginan untuk mendekorasi cat dinding dengan warna coklat, usahakan untuk memberi aksen dengan warna lain agar tidak terkesan monoton.
sumber:architectaria

Selasa, 27 November 2012

Rumah Kecil Tapi Cukup



Duduk sendiri bersempit-sempit, duduk bersama berlapang-lapang. Ungkapan itu layak kita pakai bila hidup di kota. Di kota yang sesak hidup tetap bisa terasa lapang dan nyaman bila ada kesadaran, tenggang rasa. Dari situ lahir pengetahuan dan kebijakan tentang bagaimana mengatur kehidupan di kota secara beradab. Pengetahuan itu berkembang terus menerus mengikuti perkembangan kota sehingga menciptakan peradaban.

Karena itu dalam bahasa Arab kota disebut madinah, asal kata (tempat lahir) tamaddun alias peradaban. Hal serupa bisa kita analogikan pada rumah. Di kota ukuran rumah mau tak mau harus kian kecil, karena manusia bertambah banyak, tanah segitu-segitu saja, dan harga bahan bangunan makin tinggi. Kalau rumah harus besar, yang bisa punya rumah hanya orang kaya. Toh, rumah kecil bukan masalah asal ditata, ada toleransi dan sikap menahan diri. Maka, hidup di rumah kecil pun tetap terasa lapang. Apalagi, karena padat penduduk, serba sibuk, secara umum rumah di kota memang sudah selayaknya kompak, seperlunya, supaya tetap tersedia ruang publik dan ruang terbuka hijau yang cukup. Jadi, kualitas hidup di kota tetap terjaga. “Itu teori umum. Bahkan, di kota seharusnya tak ada lagi rumah tapak, sebagian besar hunian vertikal,” kata David Hutama, Ketua Departemen Arsitektur Universitas Pelita Harapan, Karawaci (Tangerang-Banten).

Karena itu cerita tentang bagaimana menata rumah mungil di kota selalu aktual, yang bagi orang di desa yang tidak punya banyak masalah dengan tanah dan lingkungan, mungkin terasa ganjil. Apalagi, developer makin banyak menghadirkan rumah contoh untuk rumah kecil. Itulah alasan Liputan Utama edisi ini kembali menampilkan tema penataan rumah kecil. Delapan rumah contoh dari tujuh perumahan di empat penjuru angin di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetebek), dan satu perumahan di Bandung, dikemukakan sebagai contoh.

Meyakinkan konsumen
Developer menghadirkan rumah-rumah contoh itu untuk membantu pemasaran perumahannya. “Kalau rumah kosong saja tanpa penataan interior berikut perabotnya, orang merasa ruangnya terlalu kecil, tidak cukup. Tapi, kalau ada contoh penataan interior mereka jadi tahu, oh rumah tipe 36 pun ternyata cukup untuk keluarga kecil,” kata Denny Aulia ST , Project Architect CitraIndah (600ha), Jonggol, Bogor-Jawa Barat, yang dibenarkan Head of Sales Sofyan Khabib dan Construction Manager Benediktus Aritonang.

Pendapat senada diutarakan Istiaji, Manage Engineering Planning & Design Harvest City (1.050 ha), Cileungsi, Bogor-Jawa Barat.
“Lebih mudah meyakinkan konsumen untuk segera membeli kalau ada rumah contoh. Kalau tidak mereka belum punya bayangan.Selain itu orang kecil itu suka bermimpi. Dengan adanya rumah contoh mereka tahu rumah kecil pun bisa ditata sesuai dengan mimpi mereka,” ujarnya. Teguh Prayitno, Direktur PT Sinar Puspapersada, pengembang Talaga Bestari (230 ha), Balaraja, Tangerang-Banten, menambahkan, umumnya konsumen rumah kecil sukar membayangkan bagaimana rumah yang terbatas bisa tetap cukup untuk keluarganya.

“Rumah contoh membantu memberikan gambaran nyata sehingga mereka yakin. Karena itu rumah contoh kita sengaja dibuat tidak mewah, tapi disesuaikan dengan kelas rumahnya supaya kelak benar-benar bisa diaplikasikan oleh setiap calon penghuninya,”jelasnya. Dina Hartadi, Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), berpendapat, rumah kecil sebaiknya berukuran paling sedikit 36 m2 dilengkapi dua kamar tidur, ruang keluarga sekaligus ruang tamu yang menyatu dengan ruang makan, dapur dengan sirkulasi udara ke ruang luar, dan kamar mandi dengan sirkulasi udara yang baik. “Kalau 21 m2 kekecilan, cocoknya untuk apartemen,” katanya.


Sementara David tidak menyebut angka spesifik. Ia hanya menyatakan, seharusnya rumah contoh bisa menjadi salah satu media bagi arsitek dan developer untuk mengedukasi konsumen, bahwa di kota yang sibuk mereka sebetulnya tidak butuh ruang yang luas di rumah, bahwa konsumen perlu mengembangkan kesadaran untuk berbagi, supaya tercipta lingkungan yang nyaman. Caranya,dengan hanya membuat ruang yang benar-benar perlu. Dengan demikian tersedia ruang terbuka yang lebih banyak untuk dimanfaatkan bersama. Di sini esensi penataan ruang menjadi penting.

Idealnya setiap rumah didesain sesuai dengan kebutuhan setiap konsumen. Tapi, hal itu sulit dilakukan developer yang berorientasi bisnis. Maka, solusinya dengan membuat denah layout yang loose (plong) supaya bisa ditata sendiri oleh pemiliknya. “Di sini masalahnya komunikasi. Sejauh mana arsitek mendapat kepercayaan developer untuk membantu konsumen menjadikan bangunan yang dibelinya menjadi rumahnya,” katanya. Arsitek dan developer juga perlu mendorong berkembangnya kesadaran, di kota kita tidak bisa melihat rumah kita sebagai entitas terpisah melainkan terkait dengan keberadaan kota. “Jadi, kita perlu sharing (berbagi) dengan orang lain,” ujarnya.

Kalau tidak, yang terjadi seperti sekarang ini. Semua orang berupaya melengkapi rumahnya dengan ruang ini dan itu yang sebenarnya tidak perlu demi keamanan dan kenyamanan dirinya sendiri. Akibat sikap egois itu, ditambah lemahnya pengaturan pemerintah, setiap orang selalu menginginkan ruang yang besar yang membuat kualitas lingkungan di kota makin buruk. “Bicara arsitektur kan bicara ruang yang nyaman untuk hidup kita dan orang lain. Kalau kesadaran sharing itu tinggi, lingkungan rumah-rumah kecil bisa lebih bagus daripada rumahrumah besar, karena lebih banyak ruang publik dan ruang terbukanya, lebih teduh dan banyak pohon,” katanya. |

Ditulis oleh : Yoenazh, Yudis, Diyah

sumber:housing-estate.com

Jumat, 23 November 2012

Membangun Rumah Tidak Selamanya Harus Mahal



Pekerjaan membangun dan desain rumah tinggal pada prinsipnya adalah membangun sebuah kepribadian. Dari sebuah bangunan rumah tinggal dapat tercermin gaya hidup dan bahkan kepribadian dari pemiliknya. Maka dari itu sebelum membangun sebuah bangunan rumah tinggal biasanya arsitek akan berusaha untuk mengenal lebih dalam mengenai kepribadian si pemilik rumah karena hal ini akan berpengaruh terhadap desain rumah serta konsep yang dibuat oleh si arsitek rumah anda. Untuk membangun sebuah rumah tinggal yang sesuai dengan karakteristik pemilik rumah tidak selamanya harus mahal.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk dapat membangun rumah secara hemat dan tepat guna :

• Selalu jujur dengan diri sendiri, artinya design sebuah rumah tinggal sebaiknya mengikuti karakteristik si pemilik rumah dalam hal ini gaya hidup dan kepribadiannya. Janganlah selalu mengikuti trend yang sedang berkembang karena hal itu belum tentu cocok dengan karakteristik anda.(karakteristik rumah anda adalah karakteristik anda)

• Kenalilah kebutuhan anda, artinya desain rumah tinggal yang baik adalah apabila semua ruangan yang ada pada rumah itu memiliki fungsi yang fungsional sesuai dengan kebutuhan dari si pemilik rumah. Hindarilah pemborosan terhadap pembuatan ruangan interior yang tidak perlu.
at ruang terbuka yang cukup sehingga memungkinkan terjadinya sirkulasi udara di dalam rumah tersebut. Ruang terbuka yang di maksud bisa berupa softscape (taman) atau hardscape.

• Konsultasikan kebutuhan anda untuk membangun sebuah rumah disesuaikan dengan anggaran yang anda rencanakan dengan konsultan rumah atau kontraktor rumah yang baik artinya yang dapat memberikan saran-saran dan solusi yang terbaik untuk anda.

• Setelah berkonsultasi mantapkan pilihan anda, sadari benar apa kebutuhan dan keinginan anda agar pembangunan bisa berjalan lancar. Dalam artian anda tidak berubah pikiran di tengah- tengah proses membangun, yang mengakibatkan pekerjaan lama terpending atau bahkan mengalami perubahan karena setiap perubahan berarti tambahan biaya.


sumber:jasa-arsitek.com

Minggu, 11 November 2012

Rumah Greeneries



Rumah yang terletak di kawasan Jakarta Barat ini dirancang dengan mengusung konsep "greeneries". Meskipun hunian terdiri dari 4 lantai dengan halaman depan dan belakang yang terbatas luasannya, bukan berarti tidak bisa menikmati suasana "hijau".

Terbatasnya lahan yang berukuran 19 m x 16 m tidak mematikan konsep alam yang ingin dicapai. Meski pengembangan rumah diorientasikan ke arah vertikal, namun konsep "greeneries" yang melengkapi bangunan tidak semata bergantung pada halaman horizontal. Area hijau di rumah ini tidak hanya di halaman depan, namun juga pada bagian belakang rumah serta di lantai teratas yang merupakan bangunan paviliun.

Rumah yang menyatu dengan alam ini bertujuan agar mendapatkan udara segar sebanyak mungkin. Selain itu, konsep menyatu dengan alam tersebut juga untuk meningkatkan kualitas hidup, mendorong pemilik rumah menerapkan rumah berkonsep taman pada huniannya.

Taman

Kehadiran tanaman membuat tampilan dan suasana rumah lebih hidup dan menjadikan penghuninya sehat. Hal ini tercipta, karena tanaman dan tumbuhan mampu menyerap radikal bebas dan CO2, serta mengeluarkan O2 yang dibutuhkan oleh manusia. Itulah sebabnya, konsistensi menghadirkan elemen tanaman dalam rumah ini sangat mendominasi.

Bagian belakang rumah juga menyisakan ruang terbuka sebagai area bersantai, yang pada akhirnya menjadi ruang favorit seluruh keluarga di kala senggang. Bagian ruang terbuka ini dihadirkan untuk memperluas ruang keluarga sehingga ruang keluarga seperti menyatu dengan ruang terbuka.

Suasana alam pun terasa sampai ke ruang keluarga, karena ruang terbuka ini mempunyai taman dan kolam yang ditata mengisi sepanjang sisi pinggir area, menerus hingga ke kolam ikan di samping rumah.

Penggunaan lantai dek kayu bangkirai dipilih untuk menambah hadirnya suasana alami. Agar suasana makin nyaman, tembok pembatas area ini dilingkupi oleh kasa nyamuk yang menerus hingga ke atas. Dengan demikian, meskipun terbuka area ini bebas nyamuk.

Perlu langkah efektif dalam perawatan tanaman yang cukup banyak ini, yaitu menggunakan sistem irigasi. Irigasi ini dialirkan secara semi-otomatis melalui pipa-pipa kapiler yang ditempatkan pada titik-titik tertentu.

Tempat favorit

Kehadiran taman juga ada di bagian lantai paling atas bangunan ini. Roof garden ini menjadi tempat favorit kedua para penghuninya, selain juga menjadi tempat berkumpul keluarga dekat untuk menikmati tanaman dan kolam ikan yang ditata demi mendapatkan taman asri.

Sementara itu, hadirnya gazebo permanen dan pavilion untuk tempat bersantai menambah betah penghuni menikmati area roof garden ini. Konsep penataan ruang yang berkesinambungan visual.

Penataan ruang di rumah ini dirancang sederhana. Lantai satu difungsikan sebagai service area, lantai dua untuk area semi publik seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, kamar tidur tamu dan kamar belajar, sedangkan lantai tiga untuk area pribadi berupa kamar tidur utama dan kamar tidur anak.

Di lantai teratas ada roof garden, kolam ikan, serta sebuah paviliun berupa kamar tidur berukuran 5m x 5m lengkap dengan kamar mandi dalam. Sementara entrance rumah ditandai dengan tangga berlapis batu alam, menuju ke pintu masuk di lantai dua.

Pada sisi kanan dan kiri tangga dihiasi tanaman menerus hingga menuju teras. Fasad depan bangunan didominasi oleh bidang kaca tinggi yang membingkai dinding.

Kesan modern pada rumah ini memang sangat kuat. Penggunaan kaca ini juga bertujuan agar keindahan tanaman yang mengitari rumah dapat dinikmati secara leluasa dari dalam rumah.

Memang, pemilik rumah menghendaki agar ruang-ruang di lantai satu, yaitu ruang keluarga, ruang tamu, ruang makan dan dapur berorientasi ke arah taman. Adapun penggunaan material kaca frameless dipilih sebagai pembatas transparan antara ruang dalam dan ruang santai di area belakang ini.

Langkah tersebut akhirnya, memang, menjadikan ruangan terlihat lebih luas, menyatu dengan ruang luar, serta tercipta kesinambungan visual antara ruang dalam dan ruang luar. Nilai tambah yang didapat adalah sirkulasi udara segar dan masuknya cahaya alami ke ruang-ruang ini.

Elemen dekoratif

Penempatan down step antara area ruang tamu dan ruang keluarga ditujukan supaya tidak terkesan monoton pada ruangan. Sementara untuk membatasi kedua ruangan tersebut, digunakan partisi berupa rak pajang berketinggian rendah sehingga tidak kaku membagi kedua ruangan dan masih tersisa kesan lega.

Keberadaan rak membuat ruang-ruang dapat terhubung langsung secara visual, namun tetap memiliki teritori masing-masing. Dan, sebagai elemen dekoratif sekaligus point of view, pada beberapa sudut ruang terdapat penggunaan wallpaper bertema floral, sehingga suasana ruangan terlihat lebih apik.

Puncak keindahan taman di rumah ini terletak di lantai empat, yaitu dak roof. Sebuah paviliun berisi kamar tidur dan kamar mandi, gazebo, taman dan kolam ikan, ditempatkan di lantai teratas rumah ini. Berbagai jenis tanaman, termasuk pohon kamboja ada di sini.

Menikmati suasana asri di sini, rasanya tak percaya, jika area ini tidak langsung menyentuh bumi. Namun, jika melihat atap-atap bangunan di sekelilingnya, akan tersadarlah posisi kita saat ini. Saking nyamannya area ini, seringkali khusus acara "berlibur dan menginap" di akhir pekan cukup di paviliun ini.


sumber;kompas.com

Kamis, 25 Oktober 2012

Green Architectural House Hemat Penggunaan Listrik


JIKA Anda hendak membangun rumah, mendekorasi ulang sebagian, ataupun membangun ulang rumah, mungkin Anda bisa mempertimbangkan desain rumah yang ramah lingkungan atau green architectural house. Sebenarnya konsep rumah ramah lingkungan sama dengan konsep rumah alam atau natural. Penggunaan bahan-bahan material seperti kayu atau bambu bisa menjadi sangat kental. “Untuk membangun rumah ramah lingkungan bisa dimulai dari atapnya. Anda bisa menggunakan atap matahari sehingga mengurangi pemakaian listrik,” ujar arsitek Andi Haryadi. Anda dapat menggunakan panel surya pada atap rumah dengan menggunakan teknologi yang disebut thin film triple-junction amorphous silicon. Sel surya ini dibentuk seperti genting dan dapat dipasang seperti genting pada umumnya, kemudian dipasangkan sebagai sumber tenaga rumah Anda. Material apa saja yang sebenarnya ramah untuk pembangunan rumah? Menurut arsitek Probo Hindarto di website-nya, material yang ramah lingkungan memiliki beberapa syarat. Syarat pertama, material tidak beracun,baik sebelum maupun setelah digunakan. Selanjutnya, dapat menghubungkan kita dengan alam. Maksudnya, dapat lebih mendekatkan Anda dengan alam karena kesan alami dari bahan material tersebut. Misalnya batu bata akan mengingatkan Anda pada tanah, kayu, dan pepohonan. Selain itu, bahan materialnya pun mudah terurai secara alami. “Material yang masuk pada kriteria di atas di antaranya adalah batu bata, semen, batu alam, keramik lokal, kayu, dan sebagainya,” kata Probo. Pemilihan material lantai, misalnya.Anda dapat memilih material yang bisa di-recycle. “Bambu juga bisa dijadikan lantai yang ramah lingkungan. Atau jika ingin menggunakan kayu, kayu oak sangat kuat dan tahan lama,” kata Andi. Apabila Anda hendak melapisi lantai dengan karpet,saat ini sudah ada karpet yang menggunakan bahan yang bisa di-recycle. Untuk furnitur pun Anda bisa memilih yang ramah lingkungan. Misalnya Anda ingin membeli kursi kayu, pastikan Anda membeli pada perusahaan yang melakukan tebang tanam kembali. Anda bisa melakukan pencarian di internet sebelum memutuskan membeli sesuatu. Dapur yang merupakan ruang teraktif adalah tempat yang paling membutuhkan perhatian saat Anda ingin mendesain rumah dengan konsep ramah lingkungan. “Letakkan saja tanaman herbal dalam pot di salah satu sudut ruangan dapur Anda. Jadi, kesan naturalnya lebih terasa,” saran Andi. Untuk kamar tidur, sebagai pengganti air conditioner (AC) Anda bisa memasang jendela besar yang akan membuat sirkulasi udara pada kamar tersebut lancar. Jangan lupakan lubang ventilasi tambahan di atas jendela itu. Hal yang sama juga berlaku di ruang tamu dan ruang-ruang lainnya di rumah Anda. Dengan begitu, Anda bisa lebih hemat energi. “Jika Anda memang ingin menggunakan konsep hunian ramah lingkungan, sebenarnya mudah saja. Anda tidak membutuhkan barang-barang baru. Anda bisa menggunakan barang-barang lama dan memodifikasinya sendiri,” kata Andi. “Contohnya, jika Anda memiliki barang yang rusak, seperti sepeda ataupun alat elektronik, Anda bisa membuatnya menjadi sebuah pajangan cantik. Modalnya hanya kreativitas. Dengan begitu, ‘sampah’ tersebut bisa kembali berguna untuk Anda,” tutupnya. (ftr)
sumber:lifestyle.okezone.com