• Dunia Baru
  • Psikologi
  • Kesehatan
  • Bisnis
Tampilkan postingan dengan label Lanscape. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lanscape. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Desember 2012

5 Langkah Sederhana untuk Merancang Taman


Terlalu banyak keinginan tanpa persiapan yang baik bisa membuat Anda ragu membuat keputusan dalam merancang taman. Padahal, ada empat langkah mendasar yang sebetulnya Anda butuhkan untuk mengerjakan taman impian Anda di rumah.

1. Tak kenal maka tak sayang

Pepatah ini juga berlaku untuk Anda sebagai persiapan awal membuat taman. Sebagai alasan utama membuat taman, Anda memang harus lebih dulu menyenangi kehadiran lahan hijau di rumah Anda ini. Karena dengan begitulah, impian Anda memiliki taman benar-benar akan terwujud.

2. Konsep taman dan anggaran

Tak sulit untuk Anda membangkitkan kesenangan terhadap taman. Saat ini, berbagai referensi gardening semakin kaya dan mudah ditemukan, baik di majalah, pameran-pameran, maupun internet.

Setelah itu, barulah kemudian Anda memilih konsep taman yang Anda impikan sesuai tren atau rencana lama Anda, baik itu taman minimalis, taman tropis, atau taman kering yang mungil di sudut halaman. Jangan lupa, konsep pilihan Anda harus disesuaikan dengan isi kantong Anda.

3. Jenis tanaman

Konsep taman sudah didapat, kini giliran Anda memilih jenis tanaman yang akan mengisi taman Anda. Ada tiga kategori tanaman perlu diperhatikan sebelum memilihnya, terutama jika dikaitkan dengan perawatan dan kebutuhan air.

Jenis pertama adalah tanaman yang tahan dengan paparan sinar matahari, seperti jenis pisang-pisangan dan rumput. Sementara kategori kedua adalah tanaman yang membutuhkan 20 % - 30 % sinar matahari, yaitu aneka tanaman bunga.

Adapun kategori ketiga adalah indoor plant atau tanaman dalam ruang. Tanaman jenis ini hanya membutuhkan sedikit sinar matahari, karena bila terlalu banyak justeru akan menghambat pertumbuhan tanaman itu sendiri, yaitu daunnya mengecil dan warnanya yang berubah, seperti Dracena, Sansievera, dan Krisan.

4. Persiapan lahan

Kini, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan lahan. Tahapan ini sangat penting untuk diperhatikan dengan seksama. Tanpa persiapan yang benar dan matang, tanaman Anda tidak akan awet dan bentuk taman impian Anda tidak akan sesuai harapan.

Langkah pertamanya, Anda perlu menggemburkan tanah dengan alat sederhana dan manual seperti cangkul. Dengan begitu, pori-pori tanah akan muncul dan sangat berguna melancarkan jalannya akar tanaman untuk mencari makanan di dalam tanah.

Setelah gembur, Anda perlu untuk memberikan nutrisi tanah dengan taburan pupuk kandang. Kemudian, barulah Anda menanami taman dengan tanaman pilihan Anda. Hanya, pada saat menanam, Anda disarankan untuk tidak mengeluarkan tanaman dari plastik kemasan akarnya. Jika plastik sebagai media tanaman ini pecah, niscaya tanaman bisa layu.

5. Antisipasi serangga

Jangan sepelekan hal ini. Pasalnya, rayap bukan hanya merusak furnitur kayu di dalam rumah, melainkan juga merusak tanah dan menyerang tanaman. Ada baiknya, beri pestisida organik di tanah sekitar tanaman. Dengan pestisida, rayap atau serangga seperti semut dan kaki seribu tidak suka dengan bau pestisida.

Rasanya, semua langkah sudah bisa Anda ikuti. Namun demikian, Anda tidak bisa mendapatkan hasil kerja Anda dengan cepat. Idealnya, taman yang paling bagus sekali pun baru akan terlihat hasilnya setelah tiga bulan penanaman. Hal tersebut karena tanaman perlu waktu untuk "beradaptasi" dengan lingkungan rumah Anda.

sumber:kompas.com


Rabu, 12 Desember 2012

Membuat Atap Benar-benar Hijau





Jangan terkesima dengan atap hijau yang ada di gedung-gedung pencakar langit. Jangan juga hanya terpukau dengan rumah-rumah beratap hijau di negara-negara maju. Sudah saatnya rumah-rumah di Indonesia memakai atap semacam ini.

Membuat atap hijau bisa mudah dilakukan dengan memanfaatkan material yang lebih mudah didapatkan di Indonesia. Tentunya, keuntungan menggunakan atap ramah lingkungan dapat langsung terasa.

"Di hari yang terik bersuhu 80 derajat Farenheit (sekitar 26,6 derajat Celcius), atap dengan cat hitam akan mencapai 180 derajat F (82,2 derajat C), atap dengan cat putih akan mencapai 120 derajat F (48,8 derajat C), dan atap yang ditutupi tumbuhan mencapai 85 derajat F (29,4 derajat C)," sebut sebuah artikel di Scientific American.

Hal positif

Selain menyerap panas lebih sedikit, atap hijau juga memiliki beberapa keuntungan lainnya. Keuntungan pertama adalah keindahan. Tanaman dan bunga-bunga yang ditanam di atap akan "menarik" hewan-hewan cantik seperti kupu-kupu.

Keuntungan kedua adalah daya serapnya terhadap air hujan dan polutan. Dalam jumlah besar, atap hijau akan mampu mengurangi banjir.

Selain mengurangi air hujan yang masuk ke saluran air dan mengurangi polutan, atap jenis ini juga mengurangi pengeluaran biaya listrik Anda. Dengan menurunkan suhu rumah, Anda tidak perlu memasang pendingin udara dengan kekuatan penuh. Anda juga dapat menanam tanaman-tanaman di atap rumah Anda ini sebagai bumbu atau obat.

Membangun atap hijau

Membangun atap hijau tak berarti hanya menaruh tanah dan menyebarkan bibit di atap rumah. Atap hijau membutuhkan lapisan-lapisan khusus untuk memastikan tanaman tumbuh dengan baik dan dapat menyerap air dalam jumlah yang tepat.

Secara umum, ada lima komponen dasar membangun atap semacam ini. Lapisan pertama adalah membran waterproof, lapisan proteksi akar, lapisan drainase, medium penumbuh, dan tanaman.

Saat ini, beberapa praktisi di dalam negeri sudah membuat "versi Indonesia" dari sistem atap semacam ini. Mereka menyarankan Anda memakai dak beton berlapis waterproof, lapisan bata dan kerikil, lapisan pastir, dan lapisan tanah sebagai medium tanaman.

Namun demikian, Scientific American menyebutkan, bahwa tanah jarang sekali digunakan sebagai media tanam karena berat dan dapat menjadi padat setelah terpapar hujan. Kepadatan ini akan mengurangi kemampuan mereka menyimpan air dan penganginan akar. Mereka justru menggunakan butiran tanah liat atau shale yang dipanaskan sampai membentuk kantung udara, lalu didinginkan. Mereka juga menggunakan kompos organik dan pupuk sebagai nutrisi bagi tanaman.

Jenis tanaman

Masih dalam jurnal itu, disebutkan bahwa tanaman dengan genus Sedum cocok ditanam di atap hijau. Tanaman ini rendah, menyimpan banyak air di daunnya, dan mampu menahan suhu dan kelembaban ekstrem.

Memang, walaupun turut mengurangi efek pemanasan global dan tidak memperparahnya, atap jenis ini masih memiliki kekurangan, terutama soal biaya. Pemasangan atap hijau cenderung mahal, terutama untuk digunakan sebagai atap rumah pribadi.
sumber:kompas.com

Sabtu, 03 November 2012

Tetap Hijau Tanpa Lahan Tanah Kosong



Halaman tanpa tanah, disemen, atau memakai conblock bisa juga menjadi taman hijau. Solusinya, Anda bisa menempatkan tanaman dalam pot yang ditata dengan indah.

Memiliki halaman yang minim terpapar sinar matahari sering kali tidak cocok untuk ditanami rumput atau tanaman perdu. Salah satu alternatifnya yaitu dengan cara memplester lantai tersebut atau memakai conblock.

Namun, jangan menjadikan hal itu sebagai halangan untuk memperoleh taman indah dan penuh pepohonan hijau. Tanaman dalam pot bisa jadi salah satu solusi. Perkembangan tanaman pun mudah diatur dan lahan tetap bersih.

Anda bisa menempatkan puluhan jenis tanaman di dalam pot. Pot-pot tersebut tidak hanya dijajarkan di conblock, tetapi juga ditempatkan dalam rak-rak besi, ditempelkan di dinding, atau digantung.

Tak perlu menggunakan pot-pot mahal, cukup pot plastik warna hitam atau kreasi Anda sendiri. Selain pot-pot ini harus senantiasa dibersihkan, perawatan tanaman pun harus rutin dilakukan agar tak banyak daun dan ranting menguning.

Anda juga perlu menyiapkan rak-rak besi agar penempatan pot variatif. Tak ketinggalan rangka besi untuk menempelkan dan menggantungkan pot.


sumber:kompas.com


Kamis, 01 November 2012

Sesuaikan Desain Taman dengan Karakter



Fungsi taman tak hanya mempercantik bangunan. Taman juga menjadi area terapi jiwa. Taman indah dan tertata rapi membuat penghuni semakin betah dan sehat.

Taman mencerminkan karakter penghuni rumah. Untuk orang yang ingin serba praktis mungkin lebih senang memiliki taman yang simpel, baik itu sederhana dalam penataan, proses perawatannya, dan juga murah biaya pembuatannya. Berbeda dengan penghuni rumah yang complicated yang cenderung akan menempatkan segala unsur ke tamannya. Dengan demikian, raman pun menjadi ramai serta kompleks. Penerapan gaya tanaman yang simpel maupun kompleks memang tergantung dari minat dan hak pemilik taman. Tidak ada satupun arsitek lansekap atau penata tanaman yang memaksakan kehendaknya ketika membangun sebuah taman. Mereka umumnya memberikan pertimbangan tentang lansekap taman yang paling tepat.

Biasanya para pakar akan memberi beberapa pertimbangan berupa bagaimana merancang taman yang baik, juga pentingnya keselarasan taman dengan bangunan dan interior rumah. Walaupun taman berada di area luar, namun bukan berarti kita dapat membangun taman tanpa mempertimbangkan hal-hal lain seperti interior dan tema bangunan. Desain taman harus selaras dengan bangunan secara keseluruhan. Taman berfungsi untuk mempercantik tampilan bangunan. Pemilihan desain yang kontras akan membuat suasana menjadi njomplang .

Dalam membangun taman membutuhkan inspirasi dan inspirasi ini dapat diperoleh dari berbagai sumber. Bisa dari majalah, televisi, ataupun mengintip ide dari rumah teman. Namun darimana dan apapun inspirasi Anda, tidak selamanya dapat direalisasikan. Ada empat faktor utama yang mempengaruhi hal tersebut, diantaranya fisik bangunan, lahan, psikologis penghuni rumah, dan lingkungan. Keempatnya saling berkaitan satu sama lain dalam menentukan desain taman dan pilihan pengisinya. Faktor fisik bangunan berpengaruh pada desan, komposisi hardscape -softscape , serta pilihan jenis tanaman.

Sebuah bangunan yang berkonsep klasik sebaiknya menerapkan gaya klasik pada tamannya. Untuk hardscape -nya, Anda dapat memilih patung-patung bergaya romawi. Jenis dan warna tanaman pengisi lebih baik bervariasi. Untuk rumah dengan gaya minimalis, olehan bangunan yang menarik hanya membutuhkan empat sampai lima jenis tanaman saja. Jenis tanaman itu adalah tanaman yang memiliki karakter kuat seperti pohon kamboja dan kelapa. Belakangan ini ada kecenderungan ketersediaan lahan rumah semakin sempit. Hal ini mempengaruhi luas lahan terbuka untuk taman. Pada rumah-rumah seperti ini, fungsi taman harus dimaksimalkan.

Para pemilik rumah pun telah menempatkan kebutuhan akan taman sebagai prioritas kedua setelah bangunan. Pertimbangan Anda bukan lagi terletak pada kuantitas atau luas taman, tetapi lebih pada kualitas. Kualitas ini pada gilirannya berkaitan dengan psikologis penghuni rumah. Kualitas taman yang baik tentu akan menjadi obet penawar kejenuhan dan stres akibat rutinitas sehari-hari.


sumber:ideaonline.co.id