• Dunia Baru
  • Psikologi
  • Kesehatan
  • Bisnis
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Januari 2013

9 manfaat sebuah senyuman


Tersenyum (smiles) lebih dari sekedar ungkapan rasa senang dan bahagia. Setiap orang pasti pernah tersenyum, ketika sendiri maupun berada dalam lingkungan sosial, namun bukan hanya memberi sinyal bahwa mereka bahagia, jauh dari itu. Kita tersenyum untuk tujuan sosial tertentu, karena dapat mengirimkan segala macam ‘sinyal’ yang dapat berguna untuk orang lain.

Berikut ini adalah 9 manfaat sebuah senyuman yang dapat kita gunakan untuk mengirimkan pesan tentang kepercayaan (trustworthiness), keramahan (attractivity) dan banyak lagi. Mari kita simak ;

1. Membuat orang lain untuk mempercayai Anda

Dalam sebuah lingkungan, di mana semua orang mudah berbohong, siapa yang harus kita percaya? Salah satu ‘sinyal’ yang menunjukkan kita dapat dipercaya orang lain adalah tersenyum. Senyum yang tulus dapat mengirim pesan bahwa orang lain bisa percaya dan bekerja sama dengan kita. Orang yang tersenyum dinilai lebih tinggi kemurahan hatinya, dan ketika orang berbagi satu sama lain mereka cenderung menampilkan senyum yang tulus (Mehu et al., 2007).

Para ekonom bahkan menganggap bahwa senyum memiliki nilai. Dalam satu studi oleh Scharlemann dkk (2001), subjek penelitian cenderung mempercayai orang lain jika mereka tersenyum. Studi ini menemukan bahwa tersenyum berpengaruh pada tingkat kepercayaan kepada orang lain sekitar 10%.

2. Senyum meringankan ‘hukuman’

Ketika orang melakukan hal-hal buruk mereka sering tersenyum. Ketika anda ditilang pak polisi di jalan bagaimana ekspresi anda? Kemungkinannya ada dua, tersenyum dan ketakutan. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh LaFrance dan Hecht (1995), menunjukkan bahwa orang-orang yang melanggar aturan, mereka tersenyum setelah tertangkap basah. Tidak peduli apakah itu senyum palsu, senyum sedih atau senyuman tulus. senyuman ini cukup berguna karena kita lebih dapat dipercaya daripada mereka yang tidak tersenyum. Alhasil, orang yang mendapati kesalahan anda, akan lebih mudah memaafkan jika anda tersenyum.

3. Pembelaan diri dari sosial slip-up

Pembelaan diri dari sosial slip-up, istilah kerennya “Ngeles” karena malu. Ya, senyuman dapat berguna ketika anda sedang ngeles dan malu. Coba ingat-ingat ketika kamu lupa janji dengan pacar kamu? Apa yang anda lakukan ketika secara tidak sengaja menendang seorang anak kecil? Atau ketika anda telah tersandung kulit pisang didepan banyak orang? pasti tersenyum bukan?

Rasa malu dan senyuman berfungi untuk keluar dari sebuah lingkungan sosial yang menekan (Keltner & Buswell, 1997). Senyum karena malu yang kadang disertai tawa kecil bermanfaat menyadarkan diri kita untuk melihat sebuah kesalahan. Tidak hanya itu, senyuman juga bermanfaat agar dimaafkan kesalahan yang kita lakukan tersebut.

4. Tersenyum karena takut merasa buruk

Kadang-kadang kita tersenyum karena itu dianggap sebagai kesopanan, sehingga kita dapat menghindari perasaan buruk orang lain terhadap kita. Dalam sebuah studi (LaFrance, 1997), orang diminta untuk tetap diam membatu ketika mendengar orang lain mendapatkan kabar baik, mereka merasa tidak enak kalau tidak tersenyum dan merasa orang lain akan berpikir buruk tentang dirinya jika tidak tersenyum. Jadi, tersenyum untuk kebaikan orang lain tidak ada salahnya bukan!? Karena jika anda tidak tersenyum maka anda akan dianggap tidak berperasaan, hehe..

5. Tersenyum saat menderita

Tersenyum adalah salah satu cara untuk mengurangi penderitaan yang disebabkan oleh situasi yang menjengkelkan. Psikolog menyebutnya facial feedback hypothesis. Memaksa tersenyum ketika kita merasa tertekan sudah cukup untuk mengangkat suasana hati kita, meskipun sedikit.

Tapi harus diingat, tersenyum terhadap situasi mengecewakan mungkin berguna bagi kondisi internal anda, tetapi hal ini tidak terlihat oleh orang lain. Penelitian Ansfield (2007) menunjukkan subjek penelitian yang melihat video menyedihkan, merasa lebih baik ketika mereka tersenyum daripada mereka yang tidak. Tetapi, orang-orang yang tersenyum melihat gambar yang menyedihkan dinilai kurang baik oleh orang lain.

6. Tersenyum untuk pesona seksual

Senyum perempuan memiliki efek magis pada pria, lebih dari sekedar kontak mata. Sebuah studi menunjukkan bagaimana pria mendekati perempuan di sebuah bar (Walsh & Hewitt, 1985). Ketika seorang wanita hanya menjalin kontak mata dengan seorang pria, keberhasilan dia didekati hanya 20% dari waktu yang dibutuhkan. Namun, ketika wanita yang sama menambahkan sebuah senyuman, pria mendekati lebih cepat 60% dari waktu tersebut.

Tersenyum meningkatkan daya tarik perempuan terhadap pria, namun tidak sebaliknya. Ketika laki-laki tersenyum pada wanita, efeknya kurang magis. Karena ada beberapa pria terlihat lebih keren bagi wanita saat diam atau bahkan malu, daripada ketika mereka terlihat senyum dan senang (Tracy & Beall, 2011). Mengurangi senyuman membuat seorang pria terlihat lebih maskulin.

7. Menyembunyikan sesuatu yang anda pikirkan

Senyum yang tulus tidak pernah berbohong. Sedangkan senyum palsu melibatkan mulut, sedangkan senyum yang tulus ‘menyebar’ hingga mata. Meskipun begitu, senyuman dapat digunakan untuk menyembunyikan apa yang kita pikirkan, tapi tidak mudah melakukan senyum palsu. Agar senyuman anda dapat dipercaya usahakan senyuman tersebut menyebar di seluruh wajah dan buat mata anda sedikit berbinar. Sulit? untuk yang satu ini anda perlu berlatih.

8. Senyum untuk menghasilkan uang

Kita sudah melihat bahwa ekonom telah menghitung nilai sebuah senyuman, tapi apakah tersenyum membuat kita mendapatkan uang? Tidd dan Lockard (1978) menemukan pelayan (pramusaji) yang tersenyum diberikan tip lebih banyak daripada yang tidak. Secara umum, dalam industri jasa, seperti pramugari atau pekerja hiburan dan perhotelan secara nyata dibayar karena tersenyum kepada pelanggan. Tapi, hati-hati, Psikolog menyebutkan ketidaksesuaian antara senyum tulus dan tidak, dapat menyebabkan fisik kelelahan saat bekerja. Jadi, senyum memang bisa menghasilkan uang, tetapi juga dapat menimbulkan “sengsara”.

9. Tersenyum dan (setengah) dunia tersenyum dengan Anda

Salah satu kebahagiaan dalam kehidupan sosial adalah ketika anda tersenyum pada seseorang dan mereka tersenyum kembali. Meskipun, tidak semua orang tersenyum kembali. Penelitian Hinsz dan Tomhave (1991) melihat berapa proporsi orang akan menanggapi sebuah senyuman. Hasilnya menunjukkan sekitar 50% orang membalas. Sebagai perbandingan, hampir tidak ada yang orang menanggapi sebuah senyuman dengan kerutan dahi.

Sekarang ada mengerti alasan untuk tersenyum. Jadi tersenyumlah sebelum senyum itu dilarang!!

sumber:duniapsikologi.com

Senin, 31 Desember 2012

Beberapa Petunjuk Menghadapi Anak Autis Dengan Baik


Menghadapi Anak Autis memang membutuhkan perhatian ekstra. Kuncinya bukan pada pengetahuan yang tinggi ataupun materi yang melimpah yang diberikan pada anak tersebut, melainkan kesabaran dan kasih sayang yang tak berkesudahan. Inilah, pendekatan yang paling baik untuk mendampingi dan merawat anak autis. Membentuk seorang anak autis supaya mampu berperilaku positif tidak bisa dan tidak boleh dengan kekerasan. Anak akan trauma, ketika didampingi dengan teriakan, mata melotot, bentakan, jeweran, dan seterusnya. Jadi, kesabaran anda adalah utama, dan kasih sayang anda sangat penting. Anak-anak tersebut tidak pernah berniat untuk menjadi pembangkang atau sulit menangkap maksud anda. Ini terjadi karena gangguan pada perkembangan neurobiologisnya. Gangguan ini cukup luas dan berat, serta menghantuinya selama tiga tahun pertama hidupnya. Anak-anak autis sangat membutuhkan bantuan anda dalam menghadapi sulitnya berkomunikasi, pengulangan aktivitas dan minat, sampai berinteraksi dengan lingkungannya.
Memahami Kondisi Untuk Menghadapi Anak Autis Dengan Tepat

Untuk bisa memahami dan memberi pertolongan sedini mungkin kepada anak autis, terutama di masa sulit tiga tahun pertamanya, orangtua harus mampu mengenali gejala autis anak. Gejala yang bisa anda temui adalah kesulitan anak untuk bicara, cenderung terlambat bicara jika dibandingkan anak-anak lain seusianya, bahasa yang digunakannya sulit untuk dipahami, tidak melakukan kontak mata ketika berbicara, dan menghindari teman sebayanya ketika bermain. Selain itu, anak autis senang mengulang aktivitas yang sama, cenderung terpaku pada benda yang berputar atau bagian-bagian dari benda tersebut, jalan berjinjit, memperhatikan telapak tangan, sampai bergerak berputar-putar. Inilah yang akhirnya menghasilkan pandangan umum bahwa seorang anak autis hidup dalam dunianya sendiri. Untuk Menghadapi Anak Autis, memang ada dua metode paling ampuh, yaitu metode bivavioristik dan metode Applied Behavior Analysis, yang harus diterapkan dengan tegas, konsisten, telaten, penuh kasih sayang, dan sabar. Pembentukan perilaku posisitf ini juga memerlukan kerjasama antara orangtua dan terapis, karena apa yang diajarkan harus sama baik di sekolah maupun di rumah.
Menghadapi Anak Autis Dengan Cara Terbaik

Manusia hidup dalam lingkungan sosial yang membutuhkan interaksi dengan orang lain. Hal inilah yang harus diajarkan pada anak autis tanpa lelah, karena mereka cenderung menciptakan dunianya sendiri. Orangtua bersama terapis dapat memulainya dengan melatih komunikasi verbal dan non verbal secara pelan dan bertahap. Bantu mereka menyebut apa yang mereka inginkan. Kemudian, latihlah interaksi sosialnya dengan menggandeng saudaranya atau teman sebayanya lewat permainan yang tidak berbahaya dan diminatinya. Anda harus ikut bermain dengannya untuk melatih perilakunya serta terus mengajaknya berbicara. Jangan lupa, latihlah juga perasaan dan emosinya. Sebagai orangtua, anda juga tidak boleh terpancing emosi, ketika anak tampaknya memberontak atau melawan. Anda harus tetap memaksa anak tersebut keluar dari dunianya sendiri namun tetap Menghadapi Anak Autis dengan lembut.

sumber:artikelkeaehatanwanita

Jumat, 14 Desember 2012

10 Macam Tipe Bos



Bos atau pimpinan bukanlah orang yang sempurna. Mereka bisa saja memiliki kekurangan di sana-sini. Hal lumrah. Bahkan ada beberapa bos yang sebenarnya tidak memiliki kemampuan untuk memimpin.

Nah, menurut majalah Amerika Serikat Psychology Today, ada 10 jenis bos. Apa saja itu?

Tipe ular
Tidak jujur, tidak memegang janji, suka menyalahgunakan informasi.

Tipe diktator
Tipe ini seperti si kecil Napoleon yang merasa tidak pernah berbuat kesalahan dan merasa cepat tersinggung jika seseorang memutuskan sesuatu tanpa mengikutsertakan dirinya.

Tipe penyombong
Merasa paling tahu, tidak mau mendengarkan, selalu ingin tampil dan lebih mementingkan idenya sendiri sebagai topik utama.

Tipe penekan
Memperlakukan bawahannya seperti tidak ada apa-apanya, menyepelekan mereka dan membuat mereka "kecil". la paling suka memarahi bawahan di depan orang lain.

Tipe lemah
Kurang bisa memutuskan dan melepas tanggung jawab. Motto "memimpin, mengikuti, atau mengawasi Anda" tak dikenalnya.

Tipe plin-plan
Sebenarnya ia bukanlah seorang yang jahiat, namun jika tiba-tiba merasa benci pada seseorang, ia bisa menyebabkan bencana di pekerjaan.

Tipe pengantuk
Ia datang terlambat, pulang paling cepat. Terlalu banyak minum dan mengantuk dalam rapat. Jika tidak ada hubungan saudara dengan pemimpin perusahaan, ia tidak akan bertahan lama.

Tipe tidak mampu
Tipe yang berhasil sampai di puncak yang tak dikuasainya.

Tipe teliti
Ketat terhadap aturan dan instruksi, memperhatikan detail dan membesar-besarkan hal kecil.

Tipe badut
Tak ada yang menganggapnya serius, baik bawahannya maupun atasannya dan bahkan tidak juga istrinya.

sumber:intisari-online.com